Lewati ke konten
Kembali ke Beranda
Pomodoro

Sedang membaca

Kosmos

Carl Sagan

Kosmos

Pages

1–277

Sessions

16

Total time

6 jam 50 m

Lihat buku
YD PutraPomodoroUtas · 16 bagian

Membaca Kosmos 25 menit · hal. 1–18 Alam semesta berisi ratusan triliun planet serta bintang dan itu pun yang baru kita ketahui saat ini. Bumi adalah debu antariksa yang kita tinggali saat ini adalah sebagian kecil keajaiban Kosmos. Guna memahami keajaiban itu, manusia telah memulainya sejak ribuan tahun lalu dengan melakukan penelitian dan pembuktian menggunakan ilmu sains. Dampaknya, manusia zaman dulu berani mengarungi lautan dan menemukan benua atau pulau baru. Sekarang, masih menggunakan ilmu yang sama kita sudah dapat mendaratkan wahana antariksa ke Mars, Venus, bahkan matahari.

Lanjutan utas · 2/16

25 menit · hal. 19–34

Lanjutan utas · 3/16

25 menit · hal. 35–44 BAB 2: SATU SUARA DALAM FUGA KOSMIK Seluruh kehidupan di bumi yang sangat beranekaragam ternyata berasal dari bahan mulekuler yang sama yakni DNA/protein. Di BAB 2 ini Sagan membagi tiga gagasan utama, yaitu: 1. Evolusi adalah fakta biologi: kepiting Heike adalah salah satu contoh seleksi alam paling nyata yang tidak sengaja dibuat oleh manusia. 2. Bahan dan leluhur yang sama: seluruh makhluk hidup di muka bumi dibuat menggunakan DNA, RNA, dan asam amino yang identik sehingga dapat dikatakan kita mempunyai bahan dan leluhur yang sama. 3. Potensi adanya kehidupan kosmologis: dengan bahan dan kondisi tertentu membuat kehidupan dapat dikatakan "sangat mudah". Hal ini dibuktikan oleh eksperimen yang dilakukan oleh Miller-Uray. Dengan begitu, kehidupan di bumi dan di planet lain bisa sangat berbeda karena bahan dan kondisinya juga berbeda.

Lanjutan utas · 4/16

25 menit · hal. 45–67

Lanjutan utas · 5/16

25 menit · hal. 68–82 BAB 3 HARMONI PLANET-PLANET Dahulu kita memandang dan menganggap langit sebagai rumah dewa atau Tuhan yang bersifat gaib dan menganggap bumi adalah pusat alam semesta (geosentris). Namun kepercayaan tersebut berhasil dibongkar oleh Copernicus yang menawarkan paradigma jika bumi bukan pusat alam semesta melainkan hanya planet seperti planet lain yang mengelilingi matahari, gagasan ini disebut heliosentris. Gagasan Copernicus tersebut kemudian dibuktikan dan disempurnakan oleh Johanes Kepler menggunakan matematika dan data pengamatan orbit planet dari Tycho yang kemudian melahirkan 3 Hukum Kepler tentang Gerakan Planet. Di bagian akhir, Sagan menutup BAB ini dengan membahas Isac Newton. Seperti yang kita ketahui, Newton berhasil menemukan fisika universal yang disebut hukum gravitasi berkat 3 hukum Kepler sebelumnya. Ada yang menarik dari semua tokoh tersebut, mereka semua mengalami "penderitaan" dan pandangan buruk dari mayoritas atau orang di sekitar. Apakah itu sepadan?

Lanjutan utas · 6/16

35 menit · hal. 83–101

Lanjutan utas · 7/16

25 menit · hal. 102–113

Lanjutan utas · 8/16

25 menit · hal. 114–127 BAB 4: SURGA DAN NERAKA Perbedaan surga dan neraka sangat tipis bahkan bisa berubah secara tiba-tiba. Hal ini yang dibahas oleh Sagan di BAB 4. Bumi yang kita tinggali saat ini bisa dianggap sebagai surga karena dari 8 planet hanya ada di tata surya hanya bumi yang mampu dihuni oleh makhluk hidup. Ketujuh planet lain di tata surya kita bisa dianggap sebagai neraka karena kondisinya yang sangat ekstrem. Mars dan Venus yang dahulu kala sempat dianggap sebagai planet layak huni ternyata wahana antariksa yang mengjungi kedua planet tersebut mengungkapkan kondisi sebenarnya. Melalui BAB 4 ini Sagan ingin mengingatkan kepada umat manusia untuk merawat bumi dengan baik karena kesalahan kecil bisa berdampak buruk hingga mengubahnya menjadi neraka.

Lanjutan utas · 9/16

25 menit · hal. 128–141

Lanjutan utas · 10/16

25 menit · hal. 142–161 BAB 5: LAGU BIRU UNTUK PLANET MERAH Pada saat pertama kali kita bisa mengamati planet Mars menggunakan teleskop, banyak dari kita menggambarkan Mars mempunyai kehidupan cerdas yang tampak dari garis-garis mirip sebuah kanal atau ngarai. Narasi tersebut tersebar luas dan semakin banyak yang meneropong planet Mars tersebut, alhasil banyak dari kita berimajinasi tentang kehidupan di Mars berupa sebuah cerita. Sayang, cerita tersebut harus runtuh setelah manusia berhasil menyambangi Planet Mars menggunakan wahana antariksa Marine 9 yang mengorbit Mars disusul dengan dua Viking robot berlengan untuk mendarat dan menyentuh tanah Mars. Kanal, ngarai, dan kehidupan cerdas di Mars terbukti tidak ada, yang ada hanyalah padang pasir, batu-batuan, dan suhu dingin. Meski begitu, cerita baru dimulai. Robot-robot tersebut mengirimkan banyak sekali foto dan ribuan data yang dapat digunakan untuk mempelajari lebih lanjut terkait planet Merah ini dengan tujuan membirukan atau menghijaukan yang disebut teraforming di masa depan.

Lanjutan utas · 11/16

25 menit · hal. 162–178

Lanjutan utas · 12/16

25 menit · hal. 179–196 BAB 6 DONGENG PARA PELANCONG Sifat manusia yang selalu ingin tahu telah membawa kita dari penjelajahan samudera hingga antariksa. Dahulu saat Belanda menjadi negara adi kuasa, mereka memelopori penjelajahan samudera dan pengamatan langit. Sekarang, siapa saja berhak untuk meneropong langit hingga menjelajahinya. Dongeng-dongeng terus dibacakan untuk terus menjawab rasa penasaran umat manusia hingga akhirnya kita tahu hal yang sebenarnya.

Lanjutan utas · 13/16

25 menit · hal. 197–213 Ada yang menggelitik di BAB ini adalah fakta bahwa Pythagoras menciptakan sebuah ajaran agama dan filosofi yang dinamai dengan Pythagoranisme. Apa yang menggelitik? Di agamanya ini, Pythagoras menjadikan buncis sebagai makanan haram sehingga siapa saja yang memakan buncis dianggap telah melakukan dosa berat. Infonya, penganut agama Pythagoranisme lebih memilih mati kelaparan daripada memakan buncis. Dari sekian banyak materi dan ilmu di BAB ini, bagian tersebut yang bakal saya ingat selamanya. 😂

Lanjutan utas · 14/16

25 menit · hal. 214–242 Sepertinya umat manusia memang ditakdirkan menjadi seorang pengembara. Dahulu kita mengembara di atas bumi, menjelajahi setiap sudut bumi. Sekarang kita mulai mengamati alam semesta dan bisa jadi di masa depan umat manusia akan menjelajahi setiap sudut alam semesta.

Lanjutan utas · 15/16

25 menit · hal. 243–260

Lanjutan utas · 16/16

25 menit · hal. 261–277

Komentar

Memuat komentar...

Ketik @ untuk mention pengguna atau perpustakaan. Mention valid akan tampil biru.

YD Putra: Membaca «Kosmos» 25 menit · hal. 1–18 Alam semesta berisi ratusan… | Perpusta - Aplikasi Perpustakaan