Lewati ke konten
Kembali ke Beranda
YP
YD PutraSelesai Baca

Baru saja menamatkan

A Brief History of Time

Stephen Hawking

BAB 1 GAMBARAN ALAM SEMESTA Sejarah singkat bagaimana alam semesta pernah digambarkan oleh orang-orang terdahulu seperti Aristoteles dan Ptolemy yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta (geosentris) kemudian direvisi oleh Copernicus, Kepler, dan Galileo menjadi matahari sebagai pusat tata surya (heliosentris). Setelahnya muncul Newton dengan hukum-hukum gravitasinya dibarengi dengan gagasan bahwa alam semesta tak berhingga dan statis. Gagasan Newton pun direvisi oleh Olbers dengan paradoksnya. Jika alam semesta tak berhingga dan statis, seharusnya langit malam terang benderang oleh sinar bintang-bintang. Tapi faktanya malam hari justru gelap. Era Hubble di mana ia mengamati galaksi saling menjauh, ini artinya alam semesta mengembang. Dari gagasan itu berarti dahulu alam semesta pernah berada dalam satu titik kecil lalu "meledak" sehingga galaksi saling menjauh. Lalu ada apa sebelum ledakan besar (big bang)? Jawabannya sederhana, tidak ada apa-apa dan tidak punya makna apapun sehingga pertanyaan tersebut tidak perlu ditanyakan. Alih-alih menjawab pertanyaan tersebut, para saintis dan…

A Brief History of Time

Pages

293

Sessions

10

Total time

5 jam 11 m

Lihat buku

Sesi membaca (10)

  1. 1

    Sesi 1 · 19 Sep 2026

    Membaca A Brief History of Time 30 menit · hal. 1–26 BAB 1 GAMBARAN ALAM SEMESTA Sejarah singkat bagaimana alam semesta pernah digambarkan oleh orang-orang terdahulu seperti Aristoteles dan Ptolemy yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta (geosentris) kemudian direvisi oleh Copernicus, Kepler, dan Galileo menjadi matahari sebagai pusat tata surya (heliosentris). Setelahnya muncul Newton dengan hukum-hukum gravitasinya dibarengi dengan gagasan bahwa alam semesta tak berhingga dan statis. Gagasan Newton pun direvisi oleh Olbers dengan paradoksnya. Jika alam semesta tak berhingga dan statis, seharusnya langit malam terang benderang oleh sinar bintang-bintang. Tapi faktanya malam hari justru gelap. Era Hubble di mana ia mengamati galaksi saling menjauh, ini artinya alam semesta mengembang. Dari gagasan itu berarti dahulu alam semesta pernah berada dalam satu titik kecil lalu "meledak" sehingga galaksi saling menjauh. Lalu ada apa sebelum ledakan besar (big bang)? Jawabannya sederhana, tidak ada apa-apa dan tidak punya makna apapun sehingga pertanyaan tersebut tidak perlu ditanyakan. Alih-alih menjawab pertanyaan tersebut, para saintis dan fisikawan malah tertarik mencari hukum untuk menjawab awal mula, hukum tersebut adalah teori gravitasi kuantum.

  2. 2

    Sesi 2 · 20 Sep 2026

    30 menit · hal. 27–50 BAB 2: RUANG DAN WAKTU Ruang dan waktu bukanlah sebuah panggung kaku melainkan dinamis—bisa melengkung, menyempit, dan meluas—yang dipengaruhi oleh benda bermassa atau energi.

  3. 3

    Sesi 3 · 21 Sep 2026

    30 menit · hal. 51–76 BAB 3: ALAM SEMESTA MENGEMBANG Alam semesta mempunyai awal yakni big bang yang mengakibatkan sampai saat ini alam semesta mengembang. Fenomena ini dapat diamati secara langsung dari banyaknya galaksi yang saling menjauh.

  4. 4

    Sesi 4 · 22 Sep 2026

    35 menit · hal. 77–114 BAB 4: KAIDAH KETIDAKPASTIAN Alam semesta dan pembentukannya terjadi secara probabilistik bukan deterministik seperti yang diklaim oleh Newton. Prinsip ketidakpastian dicetuskan oleh Heisenberg (1927). Melalui prinsip ini kita tidak akan bisa mengukur posisi dan kecepatan suatu partikel dengan presisi sempurna. BAB 5: ZARAH-ZARAH DASAR DAN GAYA-GAYA ALAM Sekarang kita sudah mengetahui sedikit banyak tentang bahan dasar penyusun alam semesta yakni fermion dan 4 gaya bagaimana alam semesta dibentuk yakni graviton, foton, nuklir lemah, dan nuklir kuat.

  5. 5

    Sesi 5 · 23 Sep 2026

    35 menit · hal. 115–141 BAB 6: LUBANG HITAM Lubang hitam yang kita kenal "kejam" itu justru menjadi mesin daur ulang alam semesta yang canggih. Lahir dari bintang yang kehabisan energi—tidak semua bintang yang mati akan menjadi lubang hitam, dibutuhkan berat setidaknya 1,4 berat matahari untuk mengubah bintang yang mati menjadi lubang hitam—mati menjadi lubang hitam yang bakal "menghidupkan" alam semesta lagi. Ini sesuai dengan hukum kekelan energi dan teori relativitas Einstein.

  6. 6

    Sesi 6 · 24 Sep 2026

    35 menit · hal. 142–175

  7. 7

    Sesi 7 · 25 Sep 2026

    35 menit · hal. 176–204 BAB 8 ASAL-USUL DAN TAKDIR ALAM SEMESTA Alam semesta terbentuk dari ledakan besar (big bang) miliaran tahun yang lalu dalam kondisi singularitas. Analoginya, ada sebuah balon lalu tiba-tiba ditiup sehingga ruang waktu, energi, dan materi mengembang hingga saat ini dan belum ada tanda-tanda melambat justru makin kencang hal ini terbukti makin cepatnya galaksi saling menjauh. Pertanyaannya, sampai kapan alam semesta berhenti mengembang? Soal kapan, sulit ditentukan namun para ahli mempunyai beberapa prediksi bagaimana akhir alam semesta, dua yang paling terkenal yakni big freeze/big rip atau big crunch.

  8. 8

    Sesi 8 · 26 Sep 2026

    35 menit · hal. 205–237 BAB 9: PANAH WAKTU Terdapat 3 waktu di alam semesta ini, yaitu: 1. Waktu termodinamika yang terus bergerak maju dan tidak bisa diputar kembali. 2. Waktu psikologis di mana kita hanya bisa mengingat masa lalu dan tidak bisa mengingat masa depan. 3. Waktu kosmologis di mana alam semesta terus bergerak maju dan akan begitu setidaknya hingga ratusan miliar tahun ke depan. BAB 10: LUBANG CACING DAN PERJALANAN MENEMBUS WAKTU Berdasarkan hukum relativitas Einstein di alam semesta ini memungkinkan terciptanya lubang cacing namun secara realita sangat sulit terjadi. Jadi secara matematis lubang cacing bisa tercipta tapi praktiknya sukar. Selain itu, benda bermateri tidak akan cukup mudah atau bahkan tidak memungkinkan untuk melewati lubang cacing.

  9. 9

    Sesi 9 · 27 Sep 2026

    25 menit · hal. 238–257

  10. 10

    Sesi 10 · 27 Sep 2026

    21 menit · hal. 258–293

Komentar

Memuat komentar...

Ketik @ untuk mention pengguna atau perpustakaan. Mention valid akan tampil biru.