
Phil Zuckerman
Ditambahkan oleh pemilik: Perpusta Official
Pemilik perpustakaan: Perpusta Official
Gabung perpustakaan ini untuk bisa meminjam buku.
Phil Zuckerman, profesor sosiologi dan kajian sekuler di Pitzer College, Amerika Serikat, menghadirkan sebuah karya yang provokatif dan informatif melalui buku Masyarakat Tanpa Tuhan. Buku yang merupakan terjemahan dari Society Without God: What the Least Religious Nations Can Tell Us About Contentment ini lahir dari kegelisahan akademik penulisnya. Di tengah dunia yang kian religius, Zuckerman justru tertarik untuk menyelidiki fenomena sebaliknya: bagaimana masyarakat dapat berfungsi dan berkembang tanpa kepercayaan pada Tuhan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Zuckerman melakukan penelitian lapangan yang mendalam selama empat belas bulan, dari Mei 2005 hingga Juli 2006, di Denmark dan Swedia. Kedua negara Skandinavia ini dipilih karena memiliki tingkat religiusitas terendah di dunia—hanya sekitar dua puluh hingga tiga puluh persen penduduknya yang percaya pada Tuhan. Melalui serangkaian wawancara mendalam dengan sekitar seratus lima puluh responden dari berbagai latar belakang, Zuckerman berusaha mengungkap realitas sosial masyarakat yang hidup tanpa bergantung pada agama. Premis utama yang diusung buku ini cukup menggelitik: mayoritas negara paling tidak religius ternyata merupakan negara-negara paling sejahtera dan sukses di dunia. Zuckerman menyajikan data dan kesaksian yang menunjukkan bahwa masyarakat Denmark dan Swedia mampu membangun etika, moralitas, dan komunitas yang kuat meskipun tidak lagi terikat pada dogma-dogma agama. Ia menemukan bahwa faktor-faktor seperti pendidikan yang berkualitas, jaminan sosial yang memadai, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia memainkan peran yang jauh lebih signifikan dalam membentuk kesejahteraan masyarakat dibandingkan tingkat religiusitas formal. Buku ini tersusun dalam sembilan bab yang dikemas dengan rapi, berisi hasil wawancara dan observasi Zuckerman terhadap masyarakat Skandinavia. Gaya penulisannya yang conversational membuat buku yang mengangkat topik berat ini terasa ringan dan bahkan menghibur. Zuckerman berpendapat bahwa masyarakat tanpa Tuhan memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam tiga aspek: toleransi yang lebih tinggi terhadap perbedaan, sistem keadilan yang lebih adil, dan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi. Ia juga menantang anggapan umum bahwa agama adalah elemen esensial bagi moralitas dan kohesi sosial. Meskipun demikian, buku ini tidak luput dari kritik. Sejumlah pengamat menilai bahwa Zuckerman belum berhasil membuktikan bahwa agama sama sekali tidak memiliki peran penting dalam pembentukan peradaban manusia. Keberhasilan negara-negara Nordik, menurut pandangan kritis, tidak dapat dilepaskan dari warisan moral keagamaan yang telah membentuk mereka selama berabad-abad. Dengan kata lain, masyarakat Skandinavia mungkin masih hidup di atas fondasi moral dan spiritual yang dibangun oleh sejarah panjang agama, meskipun ekspresi keberagamaan mereka telah berubah bentuk. Kritik lain muncul dari sudut pandang teologis, yang menyoroti bahwa indikator kesejahteraan material tidak cukup untuk mengukur keseluruhan kualitas kehidupan manusia—pertanyaan tentang makna hidup, dasar moralitas, dan tujuan eksistensi tetap memerlukan jawaban yang melampaui statistik ekonomi semata. Masyarakat Tanpa Tuhan adalah bacaan yang penting bagi siapa pun yang ingin memahami dinamika antara agama, moralitas, dan kesejahteraan sosial di era modern. Buku ini tidak sekadar menyajikan data, tetapi juga mengajak pembaca untuk mempertanyakan asumsi-asumsi dasar tentang peran agama dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, pembaca yang bijak tentu perlu menyikapi tesis Zuckerman secara kritis, menyadari bahwa pengalaman Denmark dan Swedia mungkin tidak serta-merta dapat digeneralisasi ke konteks sosial-budaya yang berbeda, seperti Indonesia yang religiusitasnya masih sangat kuat. Terlepas dari pro dan kontra yang menyertainya, buku ini berhasil membuka ruang diskusi yang sehat tentang kemungkinan-kemungkinan baru dalam memahami hubungan antara manusia, masyarakat, dan Tuhan. Terdapat bercak-bercak kuning di sebagian banyak halaman
Hanya pembaca yang sudah mengembalikan buku ini yang dapat memberi ulasan terverifikasi.
Pinjam dan kembalikan buku ini untuk dapat memberikan ulasan terverifikasi.
Belum ada ulasan
Ulasan terverifikasi akan muncul setelah pembaca mengembalikan buku.
Bergabung sebagai anggota perpustakaan untuk ikut berdiskusi.
Belum ada diskusi
Jadilah yang pertama memulai percakapan tentang buku ini.
Masuk untuk melihat detail buku lengkap
Buat akun atau masuk untuk membaca deskripsi, ulasan, dan diskusi buku ini.