
Yuval Noah Harari
Ditambahkan oleh pemilik: Perpusta Official
Pemilik perpustakaan: Perpusta Official
Gabung perpustakaan ini untuk bisa meminjam buku.
Menatap Masa Depan Kemanusiaan dalam Homo Deus Melalui Homo Deus: A Brief History of Tomorrow, sejarawan Yuval Noah Harari mengajak pembaca melompat melintasi batas waktu untuk meneropong masa depan peradaban manusia. Jika dalam karya monumentalnya yang terdahulu, Sapiens, Harari membedah bagaimana spesies kita berhasil menaklukkan bumi, maka dalam buku ini fokusnya bergeser pada ambisi-ambisi baru yang akan dikejar manusia setelah berhasil mengatasi tiga musuh purbanya: kelaparan, wabah penyakit, dan perang. Di abad ke-21, agenda utama umat manusia bertransformasi secara radikal menuju pencapaian keabadian fisik, kebahagiaan hakiki, dan peningkatan kualitas manusia hingga setara dengan dewa. Harari membangun argumennya dengan sangat provokatif, menyatakan bahwa humanisme—paham yang mendewakan kehendak dan pengalaman manusia—yang selama ini menjadi pilar modernitas, justru sedang berada di ambang keruntuhannya sendiri. Keberhasilan manusia mengembangkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan biorekayasa perlahan-lahan mulai menggeser otoritas individu. Narasi buku ini menyoroti bagaimana algoritma non-organik berpotensi mengenali dan memahami manusia jauh lebih baik daripada manusia memahami dirinya sendiri, sebuah pergeseran yang berisiko membuat jutaan manusia kehilangan nilai fungsional dan ekonominya di masa depan. Salah satu gagasan paling menarik sekaligus mengerikan yang ditawarkan dalam buku ini adalah kemunculan agama baru yang disebut "Dataisme". Dalam pandangan Dataisme, alam semesta dianggap sebagai aliran data, dan nilai dari setiap hal atau makhluk hidup ditentukan oleh kontribusinya dalam memproses data tersebut. Manusia yang semula menganggap dirinya sebagai pusat semesta, kini perlahan-lahan rela menyerahkan keputusan-keputusan penting dalam hidupnya—mulai dari memilih pasangan, karier, hingga kesehatan—kepada algoritma komputer yang dianggap lebih objektif dan maksum. Secara keseluruhan, Homo Deus bukan sekadar buku ramalan masa depan yang deterministik, melainkan sebuah peringatan filosofis yang mendalam. Harari tidak sedang memastikan bahwa skenario kelam ini mutlak terjadi, melainkan menyodorkan cermin agar manusia hari ini merefleksikan kembali arah perkembangan teknologi yang sedang diadopsinya. Ditulis dengan gaya bahasa yang mengalir, sinis namun cerdas, dan kaya akan perspektif lintas disiplin ilmu, buku ini menjadi bacaan wajib yang sangat menggugah kesadaran bagi siapa saja yang ingin memahami ke mana arah gerak peradaban kita sedang menuju.
Hanya pembaca yang sudah mengembalikan buku ini yang dapat memberi ulasan terverifikasi.
Pinjam dan kembalikan buku ini untuk dapat memberikan ulasan terverifikasi.
Belum ada ulasan
Ulasan terverifikasi akan muncul setelah pembaca mengembalikan buku.
Bergabung sebagai anggota perpustakaan untuk ikut berdiskusi.
Belum ada diskusi
Jadilah yang pertama memulai percakapan tentang buku ini.
Masuk untuk melihat detail buku lengkap
Buat akun atau masuk untuk membaca deskripsi, ulasan, dan diskusi buku ini.